Zonasyariah – Sudah menjadi tanggung jawab bagi orang tua untuk bisa memberikan kebahagiaan dan kasih sayang kepada anak anaknya. Salah satu tugas dan tanggung jawab orang tua adalah bagaimana cara memenuhi apa yang menjadi hak setiap anak. Seperti melakukan aqiqah, memberikan nama, ataupun hal-hal lainnya. Sebagai salah satu sunah yang telah dilakukan oleh ulama terdahulu, berikut ulasan mengenai aqiqah yang dilengkapi dengan doa aqiqah.

Mengenal Aqiqah

Menurut bahasa, aqiqah bisa di artikan sebagai rambut yang ada di kepala bayi waktu dilahirkan. Sedangkan arti aqiqah menurut syara’ adalah menyembelih hewan ketika memotong rambut bayi. Aqiqah didasarkan pada banyak hadis, di antaranya adalah hadis berikut, “Seorang anak tergadai kan dengan aqiqohnya, yang disembelih atasnya pada hari ke 7 dan rambutnya dicukur” serta hadis yang berbunyi bahwa Nabi Shallallahu alaihi wassallam memerintah kan menamai bayi di hari ke 7.

Kedua hadis tersebut telah diriwayatkan oleh Imam Turmudzi, dimana hadis pertama bersifat Hasan shohih dan hadis kedua bersifat hasan. Biasanya hewan yang disembelih untuk aqiqah anak adalah dua ekor kambing bagi anak laki laki dan satu ekor kambing bagi anak perempuan. Perlu diketahui bahwa kriteria kambing yang layak disembelih untuk aqiqah sama dengan kriteria kambing yang layak untuk kurban.

Doa Menyembelih Hewan Aqiqah

Sama seperti ketika menyembelih hewan, saat akan menyembelih kambing aqiqah juga harus mengucapkan doa terlebih dahulu. Dimana bacaan doa aqiqah saat menyembelih hewan, “Bismillahi wallahu akbar. Allahumma minka wa laka. Allahumma taqabbal minni, Hadzihi ;aqiqatul (sebutkan nama bayi)” yang berarti “Dengan menyebut nama Allah. Allah Maha Besar. Ya Allah, dari dan untuk-Mu. Ya Allah, terimalah dari kami. Inilah aqiqah… (sebutkan nama bayi).

Baca Juga:   Doa agar Wajah Bercahaya dan Disukai banyak Orang

Doa Saat Mencukur Rambut Bayi

Aqiqah biasanya akan diadakan saat bayi sudah berusia tujuh hari, dengan menyembelih kambing dan melakukan potong rambut bayi. Namun tidak hanya memotong atau mencukur rambut saja, tetapi juga perlu melafazkan doa. Dimana bacaan doa tersebut, berbunyi “Bismillahhirramanirrahim. Alhamdulillahirambil ‘alamin. Allahumma nurus samawati wa nurusy syamsyi wal qamari, Allahumma sirrullahi nurun nubuwwati rasulullahi shallallahu ‘alaihi wassallam walhamdulillahi rabbil’alamin.”

Arti dari doa aqiqah yang dipanjatkan saat memotong rambut bayi tersebut ialah “Dengan menyebut asma Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Ya Allah, cahaya langit, matahari, dan rembulan. Ya Allah, rahasia Allah, cahaya kenabian, Rasullullah SAW dan segala puji bagi Allah, Tuhan Semesta Alam.”

Doa Meniup Ubun Ubun Bayi

Setelah mencukur rambut bayi, kemudian juga disunahkan untuk meniup ubun ubun bayi. Pada saat meniup ubun ubun bayi, maka lafal doa yang dilantunkan adalah “Allahumma inni I’idzuha bika wa dzurriyataha minasy syaithanir rajim” yang dapat diartikan “Ya Allah sesungguhnya aku memohon perlindungan untuk dia dan keluarga dari setan yang terkutuk”.

Doa Walimah Al-‘Aqiqah

Kemudian dalam doa aqiqah juga terdapat doa wallimah Al-‘Aqiqah, “Allahhummahfadzuhu min syarril jinni wal insi wa ummish shibyani wa min jami’is syyiati wal’insyani wahrishu bihadlanatika wa kafalatika al-mahmudati wa bidawami ‘inayatika wa ri’ayatika an-nafidzati nuqaddimu biha ‘alal qiyam bima kalaftana min huquqi rububiyyatika al-karimati nadabtana ilaihi firma bainana wa baina khalqika min makarimil akhlaqi wa athyabu ma fadldlaltana minal arzaqi. Allhahummaj’alna wa iyyahum min ahlil ‘ilmi wa ahlil khairi wa ahlil qur’ani wa la taj’alna wa iyyahum min ahlisy syarri wadl dloiri wadz dzolimi wath thughyani.”

Baca Juga:   Amalan Doa Pemanis Wajah Ampuh

Yang artinya “Ya Allah, jagalah dia (bayi) dari kejelekan jin, manusia ummi shibyan, serta segala kejelekan dan maksiat. Jagalah dia dengan penjagaan dan tanggungan Mu yang terpuji, dengan perawatan dan perlindungan yang lestari. Dengan hal tersebut aku mampu melaksana kan apa yang kau bebankan padaku, dari hak hak ketuhanan yang mulia. Hiasi dia dengan apa yang ada di antara Kamu dan makhluk Mu, yakni akhlak mulia dan anugerah yang paling indah. Ya Allah, jadikan kami dan mereka sebagai ahli ilmu, ahli kebaikan, dan ahli Al Quran. Jangan kau jadikan kami dan mereka sebagai ahli kejelekan, keburukan, aniaya, dan tercela”.

Orangtua memiliki tanggung jawab yang besar saat Allah telah menitipkan seorang anak. Mengaqiqah, memberikan nama yang terbaik, mengajarkan segala hal yang baik kepada anak hingga menuntun anak tersebut menjadi pribadi yang mulia merupakan sebagian tanggung jawab setiap orang tua. Aqiqah adalah salah satu amalan sunnah sehingga tidak ada salahnya untuk mengetahuinya. Semoga informasi ini bermanfaat. Wallahu a’lam bis shawab.

Mustamin
Author

Jika kamu bertaqwa, Allah akan membimbingmu.