Zona Syariah – Hari Raya Idul Fitri mempunyai arti penting bagi umat Muslim, setelah menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Hakikat kembali ftiri disambut dengan suka cita oleh umat Islam, dan berucap syukur. Mereka merayakan kemenangan setelah satu bulan penuh menahan hawa nafsu. Biasanya ditandai dengan berkumandangnya takbir dan melaksanakan shalat Id di pagi hari. Diawali dengan niat sholat Idul Fitri kemudian ditutup dengan salam. 

Memaknai Idul Fitri untuk Kembali Fitri 

Bagi umat Muslim Idul Fitri tidak hanya sekedar kembali menjadi suci, tetapi tersirat banyak arti dibaliknya. Sebagian orang mengartikan Idul Fitri sebagai bentuk ucapan syukur kepada Allah SWT, atas kemenangan setelah memerangi hawa nafsu. Hal ini berkaitan erat dengan tujuan manusia, yaitu makhluk yang betaqwa pada Allah SWT. Sesuai dengan asal bahasanya aada-ya’uudu yang artinya kembali, menjadi pribadi baru dan lebih bersih. 

Tidak ada seorang pun yang luput dari dosa, kesalahan, dan keburukan sehingga perlu sebuah peleburan dosa. Maka Idul Fitri kerap menjadi momen untuk saling memaafkan dan meleburkan semua kesalahan, sehingga Ia kembali menjadi sosok yang suci. Peleburan dimulai setelah niat sholat Idul Fitri, hingga momen saling memaafkan. Tidak ada lagi prasangka yang mengganjal di hati masing-masing individu. 

Di Indonesia sediri perayaan Idul Fitri dikenal dengan istilah Lebaran, yang bermakna lebar-lebur-luber-labur. Lebur disini bermakna penuh pahala, keberkahan, dan rahmat dari Allah SWT. Sedangkan labur artinya putih bersih bagi mereka yang ikhlas melaksanakan ibadah puasa. Ia semata-mata beribadah untuk mencari ridho dari Allah SWT, dan berniat untuk meggugurkan segala dosa. 

Baca Juga:   Doa Supaya Orang Menuruti Kemauan Kita

Dalam tradisi masyarakat Muslim di Indonesia, Lebaran identik dengan berkumpulnya seluruh anggota keluarga. Di pagi hari biasanya terdapat hidangan khas berupa ketupat dan opor ayam, yang disantap setelah sholat Idul Fitri. Menurut filosofi Jawa ketupat artinya mengakui kesalahan, sedangkan bentuk segi empat berarti arah mata angin dengan pusatnya Allah SWT. Dan warna putih pada ketupat melambangka kebersihan setelah bermaaf-maafan. 

Ibadah Sholat Idul Fitri untuk Menyucikan Jiwa 

Niat sholat Idul Fitri menjadi awal pelaksanaan sholat sunnah ini, yang dihitung sebagai amalan ibadah sholat sunnah Ied. Untuk itu penting bagi umat Islam mengetahui arti niatnya agar bacaannya disempurnakan. Meskipun melaksanakan sholat Idul Fitri hukumnya sunnah muakad, tetapi mempunyai keutamaan yang istimewa bagi umat Muslim. Ibadah 1 Syawal ini menjadi tanda kemenangan bagi yang mengerjakannya. 

Berikut lafal niat yang wajib dibacakan sebelum memulai sholat Idul Fitri: 

Ushalli sunnatan li Idiil Fitri rak’atayni mustaqbilal qiblati ada’an ma’muman illahi ta’ala

Artinya : “Aku menyengaja sembahyang sunnah Idul Fitri dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah SWT” 

Lafal tersebut diucapkan sebelum takbirotul ikhrom pertama, kemudian dilanjutkan dengan membaca doa iftitah. Niat sholat Idul Fitri diucapkan untuk mengawali sholat, dan mengakhirinya dengan salam. Dalam niat tersebut tersembunyi makna untuk menjalankan ibadah sholat sunnah, sesuai dengan ketentuan Allah. Ia semata-mata memohon ampunan kepada Allah SWT, dengan segala keikhlasan yang dimiliki. 

Momen Idul Fitri selalu ditunggu oleh semua umat Muslim sebagai bentuk perayaan, atas sebuah kemenangan setelah berpuasa. Makna Fitri disini berupa kembali suci dan bersih, seperti kertas polos tanpa adanya goresan tinta. Pelaksanaan sholat Idul Fitri hukumnya sunnah muakkad, yang jika dikerjakan menjadi amalan untuk kembali fitrah. Diawali dengan lafat niat dan diakhiri dnegan bacaan salam, menjadi awal dari peleburan dosa-dosa.  

Mustamin
Author

Jika kamu bertaqwa, Allah akan membimbingmu.