Sebuah pepatah mengatakan bahwa doa orang yang teraniaya itu makbul dan apapun doanya akan selalu Allah kabulkan. Lantas bagaimana dengan doa untuk membalas orang yang menzalimi kita? Bolehkah berdoa untuk keburukan orang lain dan apakah juga dikabulkan oleh Allah?

Allah memang melarang kita untuk mendoakan keburukan orang lain. Akan tetapi ketika seseorang berada dalam posisi teraniaya dan memiliki rasa sakit hati yang begitu dalam, Allah mengabulkan doanya seperti apapun yang diinginkan.

Akan tetapi memang ketika orang yang teraniaya berdoa untuk keburukan orang yang menzaliminya, ia tidak akan lagi mendapat pahala sabar dan doanya dibalas kontan di dunia. Lantas seperti apa doanya?

Doa Untuk Membalas Orang yang Menzalimi Kita

Tak semua orang mudah memaafkan, akan tetapi memaafkan menjadi suatu keharusan. Ketika orang yang sedang dizalimi tidak dapat membalas keburukan yang menimpanya, ia dapat membalas orang yang menzaliminya tersebut dengan berdoa. Hal ini lebih baik dibandingkan membalas dengan perbuatan yang mana balas dendam itu mutlak dilarang oleh Allah.

Menyangkut doa untuk membalas orang yang menzalimi kita, ada beberapa bentuk kezaliman yang harus dihadapi. Ada kezaliman yang menyangkut ranah pribadi dan kezaliman yang bersifat umum artinya menyangkut hajat hidup banyak orang. Di sini kita akan membahasnya satu per satu.

Baca Juga : Doa Agar Orang yang Kita Cintai Mencintai Kita

Untuk kezaliman di ranah pribadi, jika ada orang yang merasa dizalimi hak – haknya oleh pihak lain maka hukumnya boleh mengadu kepada Allah dan mengucap doa untuk membalas orang yang menzalimi kita tersebut.

Allah berfirman :

لا يُحِبُّ اللَّهُ الْجَهْرَ بِالسُّوءِ مِنْ الْقَوْلِ إِلاَّ مَنْ ظُلِمَ

Baca Juga:   Doa Agar Anak Tidak Cengeng Dan Penakut


Artinya : Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terus terang, kecuali oleh orang yang dianiaya. (QS An Nisaa`: 148).

Hukum mendoakan keburukan jenis ini boleh atau makruh. Akan tetapi hukum tersebut dapat berubah menjadi haram jika doa yang diucapkan berlebihan. Sebagai contoh, ada orang menginjak jempol kaki kemudian karena kesal jempol kaki diinjak Anda lantas berdoa “Ya Allah, tolong buat dia yang menginjak jempol kakiku mengalami patah kakinya”

Nah doa seperti ini berlebihan. Balasan yang Anda inginkan tidak sesuai dengan apa yang dia lakukan. Jadi hukumnya tidak boleh.

Sebagaimana yang telah disebutkan didalam sebuah hadist : “Apabila seorang muslim berdoa dan tidak memohon suatu yang mengandung dosa atau pemutusan kerabat kecuali akan dikabulkan oleh Allah.” (HR. Ahmad)

Yang kedua adalah kezaliman yang menyangkut ranah luas. Misalkan jika ada seseorang yang berbuat dzalim atas hak – hak masyarakat luas dengan mencelakakan banyak orang sehingga banyak orang yang menimpa kerugian maka hukumnya boleh membaca doa untuk membalas orang yang menzalimi kita tersebut.

Contohnya berdoa untuk seorang penipu arisan bodong, mendoakan pejabat yang korupsi, mendoakan laknat atas kaum lesbian atau kaum yahudi yang sudah membantai saudara seiman kita, hukumnya boleh.

Secara umum, nabi Muhammad SAW mendoakan keburukan atas penghianat dan orang yang menebar ketakutan untuk umat, sabdanya sebagai berikut :


اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَتِيْ شَيْئًا فَشَقَ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ

Artinya : “Ya Allah, atas siapa saja yang mengurus urusan umatku lalu dia mempersulit mereka, maka persulitlah urusannya” (HR. Bukhari dan muslim)

Doa nabi tersebut dapat kita ucapkan sebagai contoh doa untuk membalas orang yang menzalimi kita. Namun ingat ya, jangan berlebihan dalam mendoakan kezaliman orang lain. Alangkah lebih baiknya jika kita mendoakan kebaikan untuk orang lain karena akan jauh lebih baik. 

Mustamin
Author

Jika kamu bertaqwa, Allah akan membimbingmu.